Jejak Islam di Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah sebuah negara di ujung selatan benua Afrika. Salah satu kota besarnya yaitu Cape Town, terletak di tepi samudera Atlantik. Di kota terdapat perkampungan muslim yang memiliki hubunga dengan Indonesia.

Islam datang ke Afrika Selatan dibawa oleh ulama pejuang dari Indonesia yang diasingkan Belanda ke wilayah Cape Town. Orang pertama yang menyebarkan Islam di Afrika Selatan adalah Syeikh Yusuf yang datang pada tahun 1694. Syeikh Yusuf dimakamkan di tempat bernama Macassar, di wilayah Cape Town bagian Timur.

Di Cape Town juga terdapat sebuah wilayah bernama Boo Kap. Boo Kap dikenal sebagai perkampungan warga muslim karena hampir 90% warganya beragama Islam, juga terkenal dengan sebutan kota bertabur masjid karena begitu banyak masjid di wilayah ini. Boo Kap terletak di pusat kota Cape Town.

Masjid pertama yang dibangun di Cape Town adalah Masjid Owal (Awwal). Masjid ini dibangun oleh Abdullah Kadi Abdus Salam seorang pangeran dari kesultanan Tidore (Maluku Utara) yang di asingkan oleh Belanda. Abdullah Kadi Abdus Salam dikenal dengan sebutan Tuan Guru. Julukan yang menggambarkannya sebagai pengajar dan penyebar Islam di kalangan masyarakat Cape Town.

Masjid Owal mulai     dibangun tahun 1794 hingga 1798 semasa pendudukan Inggris pertama kali di Cape Town. Sejak itu, Islam berkembang pesat dan menjadi agama utama di sana. Masjid ini juga menjadi masjid pertama yang menjalankan  tradisi muslim di Cape Town.

Sekarang ini, Masjid Owal berada di kawasan Waterfront. Masjid tersebut berada di kawasan padat penduduk padat dan tidak memiliki halaman. Satu-satunya yang menjadi tanda adalah gerbang masjid.

Masjid Owal beberapa kali dipugar. Namun, dinding asli yang terdiri atas batu gunung, masih terdapat di dekat mimbar masjid tersebut.

Bangunan lama yang dibangun Tuan Guru itu sudah tidak ada lagi. Berganti dengan bangunan petak berlantai dua yang berimpitan dinding dengan bangunan-bangunan di sampingnya. Terdapat satu prasasti batu pualam di bagian atas pintu masuk yang menjelaskan usia masjid tersebut. Interior masjid sangat sederhana. Mimbar masjid yang terbuat dari kayu. Tongkat berusia 196 tahun yang ada di dekat mimbar, masih dipergunakan khatib saat khutbah Jumat sampai sekarang.

Selain masjid Owal , terdapat pula beberapa masjid kuno seperti masjid Palm Tree, masjid Nurul Islam, dan masjid Burhanul Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s